Tingkatkan Kompetensi Digital, Dosen Pendidikan Teknologi Informasi Raih Sertifikasi Microsoft Office Specialist

Tingkatkan Kompetensi Digital, Dosen Pendidikan Teknologi Informasi Universitas Dinamika Raih Sertifikasi Microsoft Office Specialist. Semangat belajar sepanjang hayat tidak hanya diajarkan kepada mahasiswa, tetapi juga ditunjukkan langsung oleh para dosen. Hal inilah yang dilakukan oleh Ayuningtyas, S.Kom., M.MT., MOS., dosen Program Studi S1 Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) Universitas Dinamika yang baru saja berhasil meraih sertifikasi internasional Microsoft Office Specialist (MOS) yang diselenggarakan oleh Certiport.

Tingkatkan Kompetensi Digital, Dosen Pendidikan Teknologi Informasi Raih Sertifikasi Microsoft Office Specialist

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen dosen PTI dalam terus meningkatkan kompetensi profesional di bidang teknologi informasi sekaligus memberikan teladan kepada mahasiswa tentang pentingnya pengembangan diri secara berkelanjutan.

Sertifikasi Microsoft Office Specialist merupakan sertifikasi internasional yang menguji kemampuan peserta dalam mengoperasikan dan memanfaatkan Microsoft Office secara profesional. Dalam ujian tersebut, peserta harus menyelesaikan berbagai studi kasus yang mengukur kompetensi mulai dari pengelolaan dokumen, pengaturan teks dan paragraf, pengelolaan tabel dan daftar, pembuatan referensi, pengolahan elemen grafis, hingga kolaborasi dokumen. Melalui proses ujian tersebut, Ayuningtyas berhasil memperoleh skor 860 dari 1000 dan dinyatakan lulus dengan berhak menyandang gelar MOS.

Belajar di Tengah Kesibukan

Di balik keberhasilan tersebut, terdapat proses persiapan yang dilakukan di sela-sela kesibukannya sebagai dosen sekaligus staf Pusat Pengawasan dan Penjaminan Mutu (P3M) Universitas Dinamika.

Ayuningtyas mengaku tidak memiliki waktu persiapan yang terlalu panjang. Namun, ia berusaha memanfaatkan waktu luang yang tersedia untuk mempelajari berbagai materi yang diujikan.

“Saya berlatih melalui tujuh proyek latihan yang tersedia dan mengikuti berbagai tutorial yang ada di YouTube. Saat ujian, ternyata terdapat sembilan studi kasus yang harus diselesaikan,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam ujian bukan terletak pada tingkat kesulitan soal, melainkan pada kemampuan mengingat letak berbagai menu dan fitur yang tersedia dalam aplikasi Microsoft Office.

“Materinya sebenarnya tidak terlalu sulit. Tantangannya justru bagaimana mengingat kembali lokasi menu atau fitur tertentu ketika harus menyelesaikan studi kasus dalam waktu yang terbatas,”

Kunci Sukses Sertifikasi Microsoft Office Specialist

Ketika ditanya mengenai strategi yang digunakan hingga berhasil lulus, Ayuningtyas menekankan pentingnya membaca instruksi dengan cermat. Menurutnya, setiap studi kasus memiliki kata kunci tertentu yang menjadi petunjuk untuk menentukan langkah penyelesaian yang tepat.

“Kuncinya adalah membaca soal dengan seksama dan menangkap kata-kata kunci yang ada. Jika kita memahami kebutuhan dari studi kasus tersebut, maka solusi yang diminta akan lebih mudah ditemukan,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut sekaligus mengajarkan bahwa ketelitian dan kemampuan memahami instruksi merupakan keterampilan penting yang tidak hanya dibutuhkan saat mengikuti sertifikasi, tetapi juga dalam dunia kerja dan kehidupan profesional sehari-hari.

Menguatkan Kompetensi dan Menjadi Teladan

Bagi Ayuningtyas, sertifikasi ini bukan sekadar pencapaian pribadi. Lebih dari itu, sertifikasi MOS menjadi bagian dari upaya untuk terus meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik di bidang teknologi informasi.

Ia berharap kompetensi yang diperoleh dapat mendukung pelaksanaan pembelajaran di Program Studi S1 Pendidikan Teknologi Informasi sekaligus menjadi motivasi bagi rekan sejawat untuk terus memperbarui keterampilan sesuai perkembangan teknologi.

“Sertifikasi ini menjadi salah satu cara untuk menguatkan kompetensi dosen PTI. Saya juga berharap dapat menjadi contoh bahwa dosen harus terus belajar dan memperbarui kemampuan yang dimiliki,” tuturnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat. Oleh karena itu, pendidik perlu terus mengembangkan kompetensi agar mampu memberikan pengalaman belajar yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Pesan untuk Mahasiswa PTI

Sebagai dosen yang sehari-hari berinteraksi dengan mahasiswa, Ayuningtyas juga memberikan pesan khusus kepada mahasiswa PTI dan generasi muda pada umumnya.

Ia mengajak mahasiswa untuk tidak hanya fokus pada perkuliahan, tetapi juga aktif mengembangkan keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja, termasuk kompetensi dalam menggunakan perangkat produktivitas digital seperti Microsoft Office.

“Teruslah memperkaya keterampilan di bidang teknologi. Salah satunya dengan menguasai kompetensi Microsoft Office dan mengikuti sertifikasi yang dapat menjadi nilai tambah ketika memasuki dunia kerja,” pesannya.

Menurutnya, sertifikasi kompetensi menjadi salah satu bukti nyata kemampuan yang dimiliki seseorang. Selain meningkatkan kepercayaan diri, sertifikasi juga dapat menjadi keunggulan kompetitif ketika bersaing di dunia profesional.

Budaya Belajar Sepanjang Hayat

Keberhasilan Ayuningtyas meraih sertifikasi Microsoft Office Specialist menunjukkan bahwa proses belajar tidak mengenal batas usia maupun profesi. Di tengah berbagai tanggung jawab sebagai dosen dan staf universitas, semangat untuk terus berkembang tetap menjadi kunci dalam menghadapi perubahan zaman.

Semangat inilah yang juga terus ditanamkan oleh Program Studi S1 Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Dinamika kepada seluruh sivitas akademika. Bahwa di era digital yang terus berkembang, kemampuan untuk belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kompetensi merupakan modal penting untuk meraih kesuksesan.

Melalui capaian ini, diharapkan semakin banyak dosen dan mahasiswa yang terinspirasi untuk terus mengembangkan diri, mengikuti sertifikasi kompetensi, serta mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Ran)

Post Views : 69 View
Scroll to Top