Roadshow 3S: Dari Surabaya, Sidoarjo hingga Sumenep, Prodi Pendidikan Teknologi Informasi Mengajak Guru untuk Berinovasi dengan Pendekatan Design Thinking dan AI

Roadshow 3S: Dari Surabaya, Sidoarjo hingga Sumenep, Prodi S1 Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Dinamika turut menyalakan semangat guru untuk berinovasi dengan pendekatan Design Thinking dan AI melalui serangkaian workshop yang dilaksanakan di Perguruan Islam Raudlatul Jannah Sidoarjo, Lembaga Pendidikan Islam At-Taqwa Surabaya, dan SMA Negeri 1 Sumenep. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Prodi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) Universitas Dinamika dalam mendukung transformasi pendidikan melalui penguatan kompetensi guru dalam merancang media pembelajaran digital yang kreatif, bermakna, dan relevan dengan perkembangan teknologi.

Tiga Kota Berbeda

Roadshow yang dilaksanakan pada 3 Juli 2026 di Sidoarjo, 7 Juli 2026 di Surabaya, dan 11 Juli 2026 di Sumenep tersebut diikuti oleh sekitar 70 hingga 90 guru lintas jenjang. Mengusung tema “Design Thinking dalam Membangun Media Pembelajaran Berbasis AI”, workshop menghadirkan Tri Sagirani, S.Kom., M.MT., Head of Study Program Information Technology Education, Universitas Dinamika sebagai narasumber utama.

Berbeda dari Pelatihan pada Umumnya

Roadshow 3S: Dari Surabaya, Sidoarjo hingga Sumenep, Prodi S1 Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Dinamika turut menyalakan semangat guru untuk berinovasi dengan pendekatan Design Thinking dan AI melalui serangkaian workshop yang dilaksanakan di Perguruan Islam Raudlatul Jannah Sidoarjo, Lembaga Pendidikan Islam At-Taqwa Surabaya, dan SMA Negeri 1 Sumenep. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Prodi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) Universitas Dinamika dalam mendukung transformasi pendidikan melalui penguatan kompetensi guru dalam merancang media pembelajaran digital yang kreatif, bermakna, dan relevan dengan perkembangan teknologi.

Berbeda dengan pelatihan AI pada umumnya yang berfokus pada pengenalan aplikasi, workshop ini mengajak guru memahami bagaimana teknologi dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah pembelajaran melalui pendekatan Design Thinking. Guru diajak melihat bahwa AI bukan sekadar alat yang menghasilkan konten secara instan, tetapi sarana untuk membantu pendidik merancang pengalaman belajar yang lebih menarik, personal, berdampak dan bermakna bagi peserta didik.

Selama kegiatan berlangsung, para guru melakukan berbagai praktik langsung menggunakan teknologi kecerdasan artifisial. Mereka berdiskusi dengan ChatGPT dan Gemini untuk mengeksplorasi ide pembelajaran, membuat poster edukatif, menghasilkan audio pembelajaran menggunakan Suno AI, membuat video dengan Pixverse, hingga mengembangkan permainan edukatif menggunakan Canva Code. Antusiasme peserta terlihat ketika mereka mencoba mengubah ide pembelajaran sederhana menjadi media digital yang lebih interaktif dan menarik.

Salah satu materi utama yang disampaikan Tri Sagirani adalah pentingnya kemampuan prompting, yaitu keterampilan menyusun instruksi yang tepat agar AI dapat menghasilkan keluaran sesuai kebutuhan pembelajaran. Menurutnya, kualitas hasil yang diberikan AI sangat dipengaruhi oleh kemampuan pengguna dalam merumuskan kebutuhan, tujuan, dan konteks yang ingin dicapai.

Roadshow 3S: Dari Surabaya, Sidoarjo hingga Sumenep, Prodi S1 Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Dinamika turut menyalakan semangat guru untuk berinovasi dengan pendekatan Design Thinking dan AI melalui serangkaian workshop yang dilaksanakan di Perguruan Islam Raudlatul Jannah Sidoarjo, Lembaga Pendidikan Islam At-Taqwa Surabaya, dan SMA Negeri 1 Sumenep. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Prodi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) Universitas Dinamika dalam mendukung transformasi pendidikan melalui penguatan kompetensi guru dalam merancang media pembelajaran digital yang kreatif, bermakna, dan relevan dengan perkembangan teknologi.

“Teknologi AI tidak akan menggantikan guru. Justru guru yang mampu memanfaatkan AI dengan baik akan memiliki lebih banyak peluang untuk menghadirkan pembelajaran yang kreatif, berdampak dan bermakna. Kuncinya bukan pada aplikasinya, tetapi pada cara berpikir dan kemampuan merancang solusi pembelajaran,” jelas Tri.

Pendekatan Design Thinking menjadi fondasi utama dalam workshop tersebut. Guru diajak memahami bagaimana mengenali kebutuhan peserta didik, mendefinisikan permasalahan pembelajaran, menghasilkan berbagai ide solusi, membuat prototipe media pembelajaran, hingga menguji efektivitasnya. Dengan pendekatan ini, teknologi tidak digunakan sekadar mengikuti tren, melainkan benar-benar menjawab kebutuhan nyata di dalam kelas.

Di antara berbagai aplikasi yang diperkenalkan, peserta mengaku paling tertarik pada Suno AI dan Canva Code. Melalui Suno AI, guru dapat membuat lagu atau jingle pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan keterlibatan siswa di kelas. Sementara Canva Code membuka wawasan baru bahwa guru dapat mengembangkan permainan edukatif berbasis gamifikasi tanpa harus memiliki latar belakang pemrograman yang mendalam.

Berbagai tanggapan positif muncul dari peserta setelah mengikuti workshop. Beberapa guru menyampaikan bahwa AI memberikan kemudahan dalam membantu pekerjaan dan menjadi pengalaman baru yang sangat menarik. Ada pula yang mengaku memperoleh banyak wawasan baru mengenai digitalisasi pembelajaran melalui penerapan Design Thinking. Sebagian besar peserta berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan kembali dalam bentuk pelatihan yang lebih mendalam sehingga mereka dapat menghasilkan produk pembelajaran yang siap digunakan di kelas.

SMA Negeri 1 Sumenep

Puncak kegiatan Roadshow 3S berlangsung di SMA Negeri 1 Sumenep yang menghadirkan kolaborasi antara Tri Sagirani, S.Kom., M.MT dan Sri Hariani Eko Wulandari, S.Kom., M.MT. Dalam sesi tersebut, peserta tidak hanya mempelajari pengembangan media pembelajaran berbasis AI, tetapi juga memperoleh wawasan mengenai perubahan dunia kerja akibat perkembangan kecerdasan artifisial, pentingnya keterampilan masa depan seperti problem solving, data analysis, serta pemanfaatan AI sebagai asisten guru dalam menyusun pembelajaran yang lebih mendalam.

Kepala SMA Negeri 1 Sumenep, Drs. Sirajum Munir, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program supervisi sekolah yang bertujuan memperluas wawasan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis AI.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan supervisi. Guru perlu menambah wawasan dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis AI. Ini adalah rangkaian upaya agar guru dalam menjalankan tugasnya dapat memberikan dampak dan makna yang lebih besar bagi peserta didik,” ungkapnya.

Kegiatan di Sumenep juga mendapatkan dukungan dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Sumenep, Dr. Rusliy, S.Pd., M.Pd., yang membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada para guru yang terus berjuang mendampingi siswa hingga mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Menurutnya, masa libur siswa merupakan momentum yang baik bagi guru untuk melakukan peningkatan kompetensi sebagai bagian dari penguatan empat kompetensi utama guru, yaitu kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.

Sementara itu, Sri Hariani mengaku senang dapat hadir dan berbagi pengalaman bersama para guru di Sumenep. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertamanya mengunjungi Pulau Madura sebagai narasumber pelatihan. Ia juga merasa berbahagia dapat berkolaborasi dan berbagi panggung dengan narasumber utama dalam kegiatan yang penuh semangat belajar tersebut.

Roadshow 3S: Dari Surabaya, Sidoarjo hingga Sumenep, Prodi S1 Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Dinamika turut menyalakan semangat guru untuk berinovasi dengan pendekatan Design Thinking dan AI melalui serangkaian workshop yang dilaksanakan di Perguruan Islam Raudlatul Jannah Sidoarjo, Lembaga Pendidikan Islam At-Taqwa Surabaya, dan SMA Negeri 1 Sumenep. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Prodi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) Universitas Dinamika dalam mendukung transformasi pendidikan melalui penguatan kompetensi guru dalam merancang media pembelajaran digital yang kreatif, bermakna, dan relevan dengan perkembangan teknologi.

Menutup rangkaian Roadshow 3S, Tri Sagirani menyampaikan kesan mendalam terhadap antusiasme para guru yang ditemuinya di tiga kota berbeda. Menurutnya, baik di Surabaya, Sidoarjo, maupun Sumenep, para guru menunjukkan semangat belajar yang luar biasa meskipun telah memiliki pengalaman panjang dalam dunia pendidikan.

“Roadshow ini mengingatkan saya bahwa belajar memang tidak mengenal usia. Guru di mana pun berada memiliki semangat yang sama untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik bagi peserta didiknya. Inilah semangat lifelong learning yang sesungguhnya,” ujarnya.

Tri berharap pendekatan Design Thinking dan berbagai tools AI yang diperkenalkan selama workshop dapat menjadi bekal bagi guru untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata Program Studi S1 Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Dinamika dalam mendukung kemajuan pendidikan Indonesia.

Melalui Roadshow 3S ini, Prodi PTI Universitas Dinamika tidak hanya mengenalkan teknologi, tetapi juga membangun cara berpikir baru tentang bagaimana teknologi dapat digunakan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, bermakna, dan berpusat pada kebutuhan peserta didik. Ke depan, Prodi PTI siap terus membersamai sekolah-sekolah dalam mengembangkan media pembelajaran digital, memperkuat kompetensi guru, dan menghadirkan inovasi pendidikan yang relevan dengan tantangan masa depan. (Ran)

Post Views : 59 View
Scroll to Top