Guru Berdaya dengan AI, Pembelajaran Semakin Kuat: Universitas Dinamika Bekali Guru SMA/SMK Menghadapi Era Kecerdasan Artifisial

Guru berdaya dengan AI, pembelajaran semakin kuat, tajuk ini menjadi menarik dan penyemangat bagi Guru untuk menjaga semangat belajarnya. Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence atau AI) telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Di tengah perubahan yang berlangsung begitu cepat, guru dituntut tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memahami cara memanfaatkannya untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.

Merespons kebutuhan tersebut, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Surabaya-Sidoarjo bekerja sama SMK Negeri 13 Surabaya dan Universitas Dinamika menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Kompetensi Guru: Penguasaan AI dalam Pembelajaran pada 25 Juni 2026 di Aula SMK Negeri 13 Surabaya. Kegiatan yang mengusung tema “Guru Berdaya dengan AI, Guru Hebat Pembelajaran Kuat” ini diikuti oleh guru SMA dan SMK dari berbagai sekolah di Surabaya sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi pendidik dalam menghadapi era transformasi digital.

Kepala Sekolah: Guru Harus Terus Memperbarui Kompetensi

Kegiatan dibuka oleh Rodhiyatul Jannah, S.Pd., M.M., Kepala SMK Negeri 13 Surabaya. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa perkembangan teknologi yang begitu pesat menuntut guru untuk terus belajar dan memperbarui kompetensi agar mampu menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik masa kini.

Menurutnya, pemanfaatan AI dalam pendidikan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dipahami oleh para pendidik. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat menjadi ruang belajar bersama bagi guru untuk meningkatkan kapasitas sekaligus memperluas wawasan mengenai pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

Beliau juga mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara Cabang Dinas Pendidikan, SMK Negeri 13 Surabaya dan Universitas Dinamika dalam menghadirkan kegiatan yang relevan dengan tantangan dunia pendidikan saat ini.

Guru Berdaya dengan AI, Pembelajaran Semakin Kuat: Universitas Dinamika Bekali Guru SMA/SMK Menghadapi Era Kecerdasan Artifisial

Dr. Kiswanto: Mendidik Anak Hari Esok adalah Amal Jariyah

Sebagai keynote speaker, Dr. Kiswanto, S.Pd., M.Pd., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Surabaya-Sidoarjo, memberikan penguatan mengenai pentingnya peran guru di tengah perubahan zaman.

Dalam sambutannya, beliau mengingatkan bahwa profesi guru merupakan profesi yang sangat mulia karena memiliki kontribusi langsung terhadap masa depan generasi bangsa.

“Ibu dan Bapak Guru hadir dalam pelatihan hari ini untuk mendidik anak-anak hari esok. Apa yang dilakukan hari ini akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya,”

Beliau mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan ketulusan hati dan semangat belajar yang tinggi. Menurutnya, teknologi AI harus dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan, bukan sebagai ancaman bagi profesi guru.

“Mari belajar AI dengan ketulusan dan ridho Tuhan, sehingga ilmu yang diperoleh benar-benar membawa manfaat bagi peserta didik dan masyarakat,”

Teguh Sutanto: AI Membantu Guru Bekerja Lebih Efektif

Memasuki sesi materi pertama, Teguh Sutanto, M.Kom., dosen Program Studi S1 Sistem Informasi Universitas Dinamika, mengajak peserta memahami berbagai peluang pemanfaatan AI dalam aktivitas pembelajaran dan administrasi pendidikan.

Dalam paparannya, Teguh menunjukkan bagaimana AI dapat membantu guru menyusun perangkat ajar, membuat bahan pembelajaran yang lebih menarik, menyusun evaluasi, hingga meningkatkan efisiensi pekerjaan administratif.

Guru Berdaya dengan AI, Pembelajaran Semakin Kuat: Universitas Dinamika Bekali Guru SMA/SMK Menghadapi Era Kecerdasan Artifisial

Beliau menekankan bahwa AI bukanlah pengganti guru, melainkan alat bantu yang dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas pembelajaran apabila digunakan secara bijak.

Melalui berbagai demonstrasi dan studi kasus, peserta memperoleh gambaran nyata mengenai bagaimana AI dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.

Tri Sagirani: AI yang Kuat Berawal dari Computational Thinking

Pada sesi kedua, Tri Sagirani, S.Kom., M.MT., Kepala Program Studi S1 Pendidikan Teknologi Informasi Universitas Dinamika, mengajak para guru memahami bahwa pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam pembelajaran tidak cukup hanya dengan mengenal berbagai aplikasi AI. Menurutnya, fondasi utama yang perlu dimiliki guru adalah kemampuan Computational Thinking atau berpikir komputasional.

Tri menjelaskan bahwa kemampuan berpikir komputasional membantu seseorang memahami masalah secara sistematis, mengenali pola, melakukan abstraksi, serta menyusun langkah penyelesaian secara logis. Kemampuan ini menjadi sangat penting di era AI karena kualitas keluaran yang dihasilkan AI sangat dipengaruhi oleh kualitas instruksi yang diberikan penggunanya.

Guru Berdaya dengan AI, Pembelajaran Semakin Kuat: Universitas Dinamika Bekali Guru SMA/SMK Menghadapi Era Kecerdasan Artifisial

Untuk memperkuat pemahaman tersebut, para peserta diajak mengikuti aktivitas Hour of Code (HoC) yang merupakan bagian dari kampanye literasi digital dan coding dalam program AI Ready ASEAN. Melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, para guru diajak merasakan langsung bagaimana berpikir komputasional dapat diterapkan dalam proses pemecahan masalah sehari-hari.

Setelah memahami dasar berpikir komputasional, peserta kemudian diperkenalkan pada teknik prompting, yaitu keterampilan menyusun instruksi yang efektif agar AI mampu menghasilkan keluaran yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Tri menekankan bahwa kemampuan membuat prompt yang baik kini menjadi salah satu kompetensi baru yang perlu dimiliki guru dalam memanfaatkan teknologi AI secara optimal.

Melalui berbagai praktik langsung, peserta diajak menyusun prompt untuk menghasilkan berbagai media pembelajaran kreatif. Salah satunya adalah pemanfaatan Canva AI (Canva Code) mengembangkan media pembelajaran berbasis gamifikasi tanpa harus memiliki kemampuan pemrograman yang kompleks. Guru diajak melihat bagaimana sebuah ide pembelajaran dapat diterjemahkan menjadi permainan edukatif yang interaktif hanya melalui instruksi atau prompt yang tepat.

Tidak hanya itu, suasana pelatihan semakin menarik ketika peserta mencoba memanfaatkan Suno AI untuk menciptakan lagu dan jingle pembelajaran. Melalui aktivitas ini, guru memperoleh pengalaman baru dalam mengembangkan media pembelajaran kreatif yang dapat diterapkan pada berbagai mata pelajaran, mulai dari mata pelajaran informatika sampai Seni Budaya.

Menurut Tri, perkembangan AI membuka peluang besar bagi guru untuk menjadi lebih kreatif dalam merancang pengalaman belajar yang menyenangkan. Namun demikian, teknologi tetap harus dipandang sebagai alat bantu. Kunci utamanya tetap terletak pada kemampuan guru dalam berpikir kritis, menyusun strategi pembelajaran, dan merancang instruksi yang tepat agar teknologi dapat memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik.

PTI Universitas Dinamika Siap Terus Berkontribusi untuk Dunia Pendidikan

Menutup kegiatan, Tri Sagirani menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi S1 Pendidikan Teknologi Informasi Universitas Dinamika dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi kepada masyarakat, khususnya para guru yang berada di garis depan pendidikan.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari roadshow Prodi S1 Pendidikan Teknologi Informasi Universitas Dinamika. Kami ingin terus berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada para guru agar semakin siap menghadapi perkembangan teknologi, khususnya AI dalam pembelajaran,” ujarnya.

Guru Berdaya dengan AI, Pembelajaran Semakin Kuat: Universitas Dinamika Bekali Guru SMA/SMK Menghadapi Era Kecerdasan Artifisial

Ia berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan pemerintah dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak guru yang memiliki kesempatan untuk meningkatkan kompetensi digitalnya.

Dengan semangat tersebut, Prodi S1 Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Dinamika berkomitmen menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda berkelanjutan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mempersiapkan ekosistem pendidikan yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Ran)

Post Views : 87 View
Scroll to Top