Prodi S1 PTI Universitas Dinamika Bekali UMKM Jombang Membangun SOP dan Budaya K3 Menuju Pasar Global

Prodi S1 PTI Universitas Dinamika Bekali UMKM Jombang Membangun SOP dan Budaya K3 Menuju Pasar Global. Ketika sebuah UMKM menerima pesanan hingga ribuan produk dalam waktu yang bersamaan, tantangan terbesar ternyata bukan sekadar mampu memproduksi barang sesuai jumlah pesanan. Tantangan yang jauh lebih penting adalah bagaimana menjaga kualitas setiap produk tetap konsisten, memastikan seluruh proses kerja berjalan sistematis, serta melindungi keselamatan para pekerja selama proses produksi berlangsung.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Program Studi S1 Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) Universitas Dinamika kembali menunjukkan kontribusinya kepada masyarakat melalui kegiatan pendampingan UMKM dalam Program Pengembangan Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD). Pada Sabtu, 31 Juli 2026, Kaprodi S1 PTI, Tri Sagirani, S.Kom., M.MT., menjadi salah satu narasumber dalam workshop bertajuk “UMKM Jombang Goes International” yang diselenggarakan di dua UMKM mitra, yaitu Bhima Aneka Besek dan Anya Craft, Kabupaten Jombang.

Tahun ketiga PM-UPUD

Kegiatan ini merupakan bagian dari tahun ketiga pelaksanaan Program PM-UPUD, sebuah program pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, melalui kolaborasi antara Universitas Surabaya (Ubaya) dan Universitas Dinamika. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).

Jika pada sesi pertama peserta diajak memahami bagaimana membawa produk lokal menuju pasar global oleh Faizal Susilo Hadi Dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya, maka pada sesi berikutnya Tri Sagirani mengajak para pelaku UMKM melihat satu hal yang sering kali terlupakan ketika sebuah usaha mulai berkembang, yaitu pentingnya membangun sistem kerja.

UMKM memiliki Standard Operating Procedure (SOP) yang jelas dan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang diterapkan secara konsisten.

Operasi 5000 Souvenir

Mengangkat materi berjudul “Operasi 5000 Souvenir”, Tri membuka sesi dengan sebuah ilustrasi sederhana.

“Bayangkan suatu hari sebuah UMKM menerima pesanan lima ribu souvenir dengan waktu produksi yang sangat terbatas. Pertanyaannya bukan hanya apakah produknya bisa dibuat, tetapi apakah kualitas produk pertama akan tetap sama dengan produk yang ke-5.000. Apakah seluruh tim bekerja dengan prosedur yang sama? Dan apakah proses produksinya tetap aman bagi semua pekerja?”

Menurut Tri, pertanyaan-pertanyaan tersebut hanya dapat dijawab apabila sebuah UMKM memiliki Standard Operating Procedure (SOP) yang jelas dan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang diterapkan secara konsisten.

Membangun SOP

Ia menjelaskan bahwa banyak UMKM memiliki produk yang berkualitas, namun belum memiliki sistem kerja yang terdokumentasi. Akibatnya, kualitas produk sering kali bergantung pada pengalaman individu, bukan pada proses yang dapat dipelajari dan dijalankan oleh seluruh anggota tim.

“SOP bukan sekadar dokumen yang disimpan di dalam map atau lemari. SOP adalah panduan kerja yang membantu seluruh anggota tim menghasilkan kualitas yang sama, siapa pun yang mengerjakannya,” jelas Tri di hadapan para peserta.

Dalam kesempatan tersebut, peserta diajak memahami bagaimana menyusun SOP mulai dari tahapan penerimaan bahan baku, proses produksi, pemeriksaan kualitas, pengemasan, hingga penyimpanan produk. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada pentingnya mendokumentasikan setiap proses kerja agar kualitas produk tetap terjaga ketika kapasitas produksi meningkat.

UMKM memiliki Standard Operating Procedure (SOP) yang jelas dan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang diterapkan secara konsisten.

Budaya K3

Tidak hanya membahas SOP, Tri juga menekankan pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan UMKM.

Menurutnya, masih banyak pelaku usaha kecil yang beranggapan bahwa K3 hanya diperlukan oleh perusahaan besar atau industri manufaktur. Padahal, berbagai aktivitas produksi UMKM juga memiliki potensi risiko yang perlu dikelola.

Mulai dari penggunaan alat potong, mesin produksi, bahan perekat, hingga posisi kerja yang kurang ergonomis dapat menimbulkan risiko kecelakaan maupun gangguan kesehatan apabila tidak dikelola dengan baik.

“K3 bukan tentang membuat aturan yang rumit. K3 adalah membangun kebiasaan kerja yang aman sehingga seluruh anggota tim dapat bekerja dengan nyaman, sehat, dan produktif,” tambahnya.

Materi tersebut menjadi semakin menarik karena disampaikan melalui berbagai contoh yang dekat dengan keseharian pelaku UMKM. Peserta tidak hanya berdiskusi mengenai teori, tetapi juga diajak mengidentifikasi potensi risiko yang mungkin terjadi di tempat usaha masing-masing serta merancang langkah-langkah sederhana untuk menguranginya.

UMKM memiliki Standard Operating Procedure (SOP) yang jelas dan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang diterapkan secara konsisten.

Bagi Program Studi S1 Pendidikan Teknologi Informasi Universitas Dinamika, keterlibatan dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa kompetensi yang dipelajari di bangku kuliah tidak hanya diterapkan di ruang kelas, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Sebagai program studi yang memadukan pendidikan dan teknologi, mahasiswa PTI tidak hanya belajar mengembangkan media pembelajaran digital, tetapi juga dibekali kemampuan menganalisis kebutuhan pengguna, menyusun prosedur kerja, mendesain panduan operasional, hingga mengevaluasi efektivitas suatu sistem. Pendekatan tersebut memiliki keterkaitan erat dengan proses penyusunan SOP yang menempatkan manusia sebagai pusat dari sebuah sistem kerja.

Menurut Tri, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa keilmuan di bidang pendidikan teknologi informasi tidak hanya berbicara tentang teknologi digital, tetapi juga tentang bagaimana merancang sistem yang membantu manusia bekerja lebih efektif.

“Pada dasarnya SOP adalah media pembelajaran. Di dalamnya terdapat pengetahuan, langkah kerja, dan pengalaman yang didokumentasikan agar dapat dipelajari dan dijalankan oleh orang lain secara konsisten. Ketika pengetahuan tidak lagi hanya berada di kepala seseorang, tetapi sudah menjadi sistem yang dapat diwariskan kepada seluruh tim, maka di situlah organisasi mulai tumbuh menjadi lebih profesional,” ungkapnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan muncul, mulai dari bagaimana menyusun SOP yang sederhana hingga cara membangun budaya disiplin di lingkungan kerja. Sebagian besar peserta juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan tema-tema lain yang mendukung perkembangan UMKM, seperti digital marketing, branding, maupun pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan usaha.

UMKM memiliki Standard Operating Procedure (SOP) yang jelas dan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang diterapkan secara konsisten.

Tim pelaksana berharap bahwa pendampingan yang telah berlangsung selama tiga tahun ini tidak menjadi akhir dari kolaborasi antara perguruan tinggi dan UMKM di Kabupaten Jombang. Justru sebaliknya, pengalaman yang telah dibangun bersama Bhima Aneka Besek dan Anya Craft diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi UMKM lain untuk terus berkembang, berani berinovasi, dan siap meningkatkan daya saingnya.

Bagi Prodi S1 Pendidikan Teknologi Informasi Universitas Dinamika, kegiatan ini menjadi bukti bahwa tridarma perguruan tinggi dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata kepada masyarakat. Ilmu yang dipelajari di kampus tidak berhenti sebagai teori, tetapi diterapkan untuk membantu menyelesaikan persoalan riil di lapangan.

Karena pada akhirnya, keberhasilan sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh kreativitas pembuatnya, tetapi juga oleh sistem yang menjaga kualitasnya tetap konsisten. Dan ketika ilmu pengetahuan mampu membantu masyarakat membangun sistem tersebut, di situlah pendidikan menemukan makna pengabdiannya. (Ran)

Post Views : 75 View
Scroll to Top