Dari Aktifitas Pengabdian Kepada Masyarakat menjadi Inovasi: Kolaborasi Universitas Dinamika dan Universitas Surabaya Hasilkan Desain Industri dan Paten Sederhana

Pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti pada kegiatan pelatihan atau pendampingan semata. Ketika dilaksanakan secara berkelanjutan dan berbasis kebutuhan masyarakat, pengabdian dapat melahirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata sekaligus menghasilkan luaran akademik yang bernilai. Hal inilah yang ditunjukkan melalui kolaborasi antara Universitas Dinamika dan Universitas Surabaya dalam program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) yang berhasil memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Desain Industri untuk produk inovasi “Kotak Makan Susun dari Bambu”.

Capaian tersebut menjadi salah satu luaran penting dari program pengabdian yang telah memperoleh pendanaan selama tiga tahun berturut-turut sejak tahun 2024 hingga 2026. Program yang mengangkat tema “Peningkatan Inovasi, Digitalisasi, dan Manajemen Pemasaran Produk Unggulan Anyaman Pandan dan Bambu di Kabupaten Jombang, Jawa Timur” ini berfokus pada pemberdayaan pelaku usaha anyaman bambu dan pandan agar mampu meningkatkan kualitas produk, daya saing, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran.

Dari Aktifitas Pengabdian Kepada Masyarakat menjadi Inovasi: Kolaborasi Universitas Dinamika dan Universitas Surabaya Hasilkan Desain Industri dan Paten Sederhana

HKI Desain Industri yang berhasil diperoleh diberikan untuk produk Kotak Makan Susun dari Bambu, sebuah produk fungsional yang memadukan unsur estetika dan kearifan lokal melalui pemanfaatan material alami bambu. Produk tersebut dirancang dengan sistem bertingkat yang memungkinkan penyimpanan makanan secara lebih efisien, sekaligus mempertahankan karakter visual khas anyaman bambu sebagai identitas produk lokal.

Keberhasilan memperoleh Desain Industri ini menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari masyarakat memiliki potensi besar untuk berkembang apabila didampingi secara berkelanjutan oleh perguruan tinggi. Melalui pendampingan yang dilakukan selama beberapa tahun, tim pengabdian tidak hanya membantu peningkatan kualitas produk dan pemasaran, tetapi juga mendorong perlindungan kekayaan intelektual sebagai aset penting bagi keberlanjutan usaha masyarakat. Program tahun ketiga memang menargetkan luaran berupa HKI Desain Industri sebagai bagian dari peningkatan standarisasi dan legalitas produk unggulan daerah.

Kolaborasi ini melibatkan tim multidisiplin dari Universitas Surabaya dan Universitas Dinamika. Dari Universitas Dinamika, Tri Sagirani (Kaprodi S1 Pendidikan Teknologi Informasi) berperan dalam mendampingi aspek digitalisasi dan pemasaran digital bagi mitra usaha, sekaligus terlibat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pengabdian. Kehadiran Universitas Dinamika dalam program ini menunjukkan bahwa transformasi digital menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM berbasis potensi daerah.

Dari Aktifitas Pengabdian Kepada Masyarakat menjadi Inovasi: Kolaborasi Universitas Dinamika dan Universitas Surabaya Hasilkan Desain Industri dan Paten Sederhana

Tidak hanya menghasilkan HKI Desain Industri, program PM-UPUD ini sebelumnya juga telah menghasilkan Paten Sederhana berjudul “Proses Pembuatan Tas Tanpa Sambungan dari Anyaman Daun Pandan Berduri”. Paten tersebut menjadi bukti bahwa kegiatan pengabdian masyarakat mampu menghasilkan inovasi yang memiliki kebaruan dan nilai tambah bagi masyarakat maupun dunia industri.

Bagi Program Studi S1 Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) Universitas Dinamika, capaian ini memberikan pesan penting bahwa implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi tidak hanya terjadi di ruang kelas. Kolaborasi lintas disiplin dan lintas institusi membuka peluang bagi dosen untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat sekaligus memperkaya pengalaman akademik yang dapat ditransformasikan ke dalam proses pembelajaran.

Lebih jauh, keberhasilan memperoleh Desain Industri dan Paten Sederhana dari kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa inovasi dapat lahir dari kebutuhan riil masyarakat. Ketika perguruan tinggi, masyarakat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha mampu berkolaborasi, maka pengabdian tidak hanya menghasilkan program yang selesai dilaksanakan, tetapi juga melahirkan karya yang berkelanjutan, terlindungi secara hukum, dan memberikan dampak ekonomi yang nyata. Selain itu, capaian tersebut menjadi bukti bahwa hasil pengabdian dapat ditingkatkan menjadi produk inovasi yang memiliki nilai tambah, daya saing, dan peluang untuk dikembangkan secara lebih luas sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.

Capaian ini menjadi inspirasi bahwa Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dharma ketiga yaitu pengabdian kepada masyarakat, bukan sekadar kewajiban akademik. Pengabdian adalah ruang kolaborasi untuk menghadirkan inovasi, memberdayakan masyarakat, dan menciptakan perubahan yang memberikan manfaat bagi bangsa. Melalui semangat tersebut, Universitas Dinamika bersama Universitas Surabaya terus menunjukkan bahwa kolaborasi yang kuat dapat menghasilkan karya yang tidak hanya bermanfaat hari ini, tetapi juga memiliki nilai jangka panjang bagi masa depan. Ke depan, sinergi semacam ini diharapkan dapat terus diperluas melalui berbagai program pemberdayaan yang mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru berbasis kebutuhan masyarakat dan potensi lokal. (Ran)

Post Views : 3 View
Scroll to Top