Dari Koding hingga Inklusi: Dua Riset Dosen Prodi S1 Pendidikan Teknologi Informasi Raih Hibah Kemendiktisaintek 2026

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Program Studi S1 Pendidikan Teknologi Informasi, Fakultas Teknologi dan Informatika, Universitas Dinamika. Dua proposal penelitian terapan yang berfokus pada pembelajaran koding hingga inklusi, berhasil meraih hibah pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Hibah Kemendiktisaintek untuk tahun anggaran 2026.

Dua Riset Unggulan Prodi

Adapun dua judul penelitian yang lolos pendanaan tersebut adalah “Cocothink: Pemodelan Framework Laravel menggunakan Greenfoot untuk Pembelajaran Koding dan Berpikir Komputasional Berbasis Gamifikasi ” dan “Flanecos-AR: Media Pembelajaran Ekosistem Berbasis Boneka Flanel dan Augmented Reality 3D untuk Anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).”

Penelitian Cocothink diketuai oleh Tri Sagirani, S.Kom., M.MT., selaku Kaprodi S1 Pendidikan Teknologi Informasi, Fakultas Teknologi dan Informatika, Universitas Dinamika. Sementara itu, penelitian Flanecos-AR diketuai oleh Prof. Dr. Bambang Hariadi, M.Pd., dosen S1 Pendidikan Teknologi Informasi Universitas Dinamika.

Dalam keterangannya, Tri Sagirani menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut sekaligus menekankan bahwa hibah ini menjadi amanah untuk menghadirkan inovasi pembelajaran yang berdampak nyata.

Dari Koding hingga Inklusi: Dua Riset Dosen Prodi S1 Pendidikan Teknologi Informasi Raih Hibah Kemendiktisaintek 2026

“Ini bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi juga bentuk tanggung jawab kami untuk menghadirkan solusi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini,” ujarnya.

Cocothink

Penelitian Cocothink berfokus pada pengembangan model platform pembelajaran koding berbasis gamifikasi yang dirancang untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa, khususnya remaja. Melalui integrasi teknologi dan pendekatan yang lebih visual serta interaktif, platform ini diharapkan mampu mengubah persepsi bahwa koding adalah sesuatu yang sulit dan abstrak menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan.

Flanecos-AR

Di sisi lain, penelitian Flanecos-AR yang diketuai oleh Prof. Bambang Hariadi menghadirkan inovasi pembelajaran yang lebih inklusif. Penelitian ini mengembangkan media pembelajaran berbasis boneka flanel yang dikombinasikan dengan teknologi Augmented Reality (AR) 3D, sehingga memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret dan interaktif bagi anak.

Menurut Tri Sagirani, kedua penelitian ini memiliki kesamaan visi, yakni menghadirkan pembelajaran yang berpusat pada kebutuhan peserta didik (human-centered learning).

“Kami ingin teknologi tidak hanya menjadi alat, tetapi menjadi jembatan untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih adaptif, menyenangkan, dan inklusif bagi semua,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berharap hasil dari kedua penelitian ini dapat diimplementasikan secara luas, tidak hanya berhenti pada luaran akademik seperti publikasi ilmiah, tetapi juga dapat dimanfaatkan langsung oleh guru dan siswa di berbagai jenjang pendidikan.

Dengan dukungan pendanaan dari Kemendiktisaintek, kedua tim peneliti menargetkan luaran strategis berupa model dan prototipe produk, publikasi ilmiah bereputasi, hak kekayaan intelektual, serta panduan implementasi yang dapat mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi di Indonesia. (Ran)

Post Views : 31 View
Scroll to Top